Minggu, 09 Agustus 2015

Tes Wartegg



Dari buku “PANDUAN SUKSES TES RESMI TNI/POLRI”

Tujuan dari tes ini adalah untuk mengeksplorasi (meneliti) karakter kepribadian dasar seseorang dan bukan untuk menilai kemampuan menggambar seseorang.Kepribadian dasar yang dimaksud meliputi emosi, imajinasi, intelektualitas dan aktivitas.
Emosi berkaitan dengan aspek out going dan seclusive. Aspek out going adalah kepribadian seseorang yang berorientasi pada dunia luar dan mudah berhubungan dengan orang lain. Ciri-cirinya antara lain orang tersebut penggembira, easy going, dan bebas dari ketegangan. Hal ini memudahkan seseorang tersebut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun orang lain, tetapi orang tersebut juga cenderung membuat secara emosional agak datar. Selain itu, perhatian dan minat orang tersebut sering fluktuatif dan dangkal.Sementara aspek seclusive merupakan kepribadian seseorang yang kurang berorientasi pada lingkungan di luar dirinya.Perhatiannya terarah pada dirinya sendiri, cenderung melihat sesuatu dari sudut pandang dan sikap pribadi, sangat sensitive, dan mudah depresi (terlalu sensitif).
Imajinasi berkaitan dengan tipe combining dan kreatif.Tipe combining merupakan tipe kepribadian yang menjadikan realitas lingkungan sekitarnya sebagai bahan untuk dikombinasikan atau diorganisasikan sehingga mendapatkan bentuk standar dan objektif sesuai dunia luar.Kemungkinan dalam berimajinasi ini terdapat pula emosi yang terpendam sehingga terwujud dalam bentuk gambar yang estetis tetapi konvensional. Adapun tipe kreatif merupakan tipe kepribadian yang kurang memerhatikan relitas, cenderung menyukai sesuatu yang abstrak atau symbol emosional, filosofi dan mistis. Jika terlalu berlebihan dalam berimajinasi, tipe kreatif akan mempunyai hambatan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Intelektual berkaitan dengan tipe praktikal dan spekulatif.Seseorang yang mempunyai tipe intelektual praktikal melakukan sesuatu berdasarkan persepsi dan observasi/pengamatan yang ditandai dengan salah satunya berpikir teratur.Tipe ini melakukan sesuatu berdasarkan fakta, hal-hal yang nyata ditemui, dan penalaran induktif (bernalar dari fakta khusus hingga diambil kesimpulan secara umum).Sedangkan intelektual yang spekulatif lebih mengutamakan prinsip-prinsip, penalaran, teori dibandingkan fakta, observasi, dan hal yang praktikal.
Aktivitas meliputi aktivitas dinamis dan terkontrol.Aktivitas yang dinamis nampak dari karakter seseorang yang menyukai hal-hal baru, percaya diri, antusias, berani, dan irritable. Orang yang dinamis memungkinkan untuk melakukan beragam aktivitas dalam waktu yang sama. Sementara orang yang punya aktivitas terkontrol nampak dari tingkah laku yang konsisten dan kemampuan mengambil keputusan secara tugas. Orang tersebut akan membuat perencanaan sebelum bertindak, perhatiannya terpusat, menyukai ketenangan dan keteraturan.
Kepribadian dasar tersebut bukanlah suatu elemen yang terpisah. Kepribadian seseorang merupakan perpaduan dari keseluruhan kepribadian dasar tersebut, meski kuat dari suatu sisi dan lemah di sisi yang lain. Kategori tersebut dilakukan guna memudahkan dalam mengobservasi kepribadian seseorang.
Tes wartegg adalah tes melengkapi gambar. Gambar yang dibuat oleh peserta tes berdasarkan beberapa symbol atau tanda tertentu yang sangat sederhana.Symbol atau tanda tersebut ada yang berjumlah tiga atau delapan symbol yang variatif. Symbol tersebut dapat berupa titik, garis kurva, tiga garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik melengkung, dan garis melengkung. Peserta tes harus mengeksplorasi variasi gambar yang dibuat berdasarkan symbol yang diberikan secara luas. Peserta tidak perlu takut salah dalam mengeksplorasi gambar tersebut, karena bukan benar atau salahnya yang dinilai, tetapi interpretasi gambar terkait kepribadian peserta tes yang penting.Setelah selesai menggambar, biasanya peserta tes diminta untuk menjelaskan gambar yang dibuat pada penguji.
Bentuk soal yang paling sering diujikan dalam tes wartegg adalah tes melanjutkan gambar pada delapan symbol seperti berikut.
Symbol pada gambar di atas mempunyai makna.Beberapa makna yang dapat diinterpretasikan dari symbol yang terdapat pada gambar tersebut adalah sebagai berikut.
• Contoh tes wartegg nomor 1 berupa titik kecil di tengah kotak menunjukkan kemampuan seseorang dalam proses adaptasi terhadap lingkungannya.
• Contoh tes wartegg nomor 2 berupa garis kecil melengkung dan sedikit bergelombang menunjukkan fleksibilitas perasaan.
• Contoh tes wartegg nomor 3 berupa tiga buah garis vertikal yang naik semakin tinggi menunjukkan motivasi seseorang untuk maju.
• Contoh tes wartegg nomor 4 berupa segi empat berukuran kecil, berwarna hitam, dan terletak di pojok kanan atas menunjukkan cara seseorang mengatasi masalah/kesulitan.
• Contoh tes wartegg nomor 5 berupa dua buah garis diagonal yang berhadapan menunjukkan cara seseorang mengambil keputusan.
• Contoh tes wartegg nomor 6 berupa garis horisontal dan vertikal menunjukkan cara menganalisis dan mensintesis atau pola pikir seseorang.
• Contoh tes wartegg nomor 7 berupa titik-titik membentuk setengah lingkaran menunjukkan perasaan atau emosi seseorang.
• Contoh tes wartegg nomor 8 berupa garis melengkung besar dan tebal menunjukkan cara seseorang berinteraksi dalam hubungan seseorang.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam interpretasi tes wartegg. Faktor tersebut berkaitan dengan gambar yang akan dihasilkan dalam penyelesaian soal. Meskipun peserta bukanlah orang yang menginterpretasikannya, pengetahuan hal ini penting diketahui agar peserta dapat menghasilkan gambar yang terbaik.beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam melengkapi symbol yang terdapat pada soal tes adalah sebagai berikut.
a. Adekuat dan tidak adekuat
Adekuat dan tidak adekuat ditentukan dengan aufforderungs characters dari setiap symbol yang ada dan juga menyangkut makna dari setiap symbol seperti feminim atau maskulin.
1. Feminim, Nampak pada symbol nomor 1, 2, 7, dan 8. Adapun adekuat dan tidak feminimnya ditentukan oleh gambar yang halus, adanya garis melengkung, dan gambar yang hidup (makhluk hidup).
2. Maskulin, Nampak pada symbol 3, 4, 5, dan 6. Adapun adekuat dan tidak maskulinnya ditentukan oleh garis tegas, lurus, dan tidak berbelok-belok, serta gambar berupa benda mati (bukan makhluk hidup).
b. Kepenuhan gambar
Apabila peserta tes menghasilkan gambar yang semakin memenuhi kotak gambar, akan semakin baik, tetapi harus adekuat. Kepenuhan gambar tersebut dapat berupa:
1. Penuh dan adekuat, menunjukkan vitalitas yang kuat dan spontanitas.
2. Penuh dengan tekanan yang kuat, menunjukkan dorongan yang kuat dan agresivitas.
3. Penuh dan terletak ditengah, menunjukkan penyesuaian yang baik dan keseimbangan antara dinamis dan kontrol.
4. Penuh dan ekstrim, menunjukkan kecenderungan menguasai orang lain.
Sementara apabila gambar peserta tes adalah gambar yang kosong, akan memberikan makna (khusus tipe feminim) seperti ada kurang keberanian, penampilan yang kurang, takut bergaul, dan tidak ada kreativitas. Pada umumnya gambar yang kosong mempunyai makna misalnya menutup diri terhadap kesan keindahan, perhatian pada objek tertentu, dan pengolahan secara rasional sehingga memunculkan abstraksi atau penyederhanaan.
c. Ururan gambar
Ada beberapa tipe urutan gambar yang dapat diinterpretasikan untuk mengetahui kepribadian peserta tes.Tipe yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Tipe linier/rigid, misalnya urutan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dengan ciri-ciri kepribadian seperti penghayatan atau tingkah laku yang terhambat, pengendalian yang kuat, dan cenderung kaku dalam bertingkah laku.
2. Tipe difus/kabur, misalnya urutan 7, 5, 3, 1, 8, 6, 2, 4 dengan ciri-ciri kepribadian seperti cenderung labil, tingkah laku dikendalikan dorongan sehingga tidak terarah, logika sedikit terhambat, dan tidak ada keteraturan.
3. Tipe linier/terbalik, misalnya urutan 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, dengan ciri-ciri kepribadian seperti bersikap oposisi, punya kemauan sendiri, kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan, dan kepribadian yang kurang terdiferensiasi.
4. Tipe teratur/ normal, misalnya urutan 8, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dengan ciri-ciri kepribadian seperti pribadi yang stabil, kontrol diri, hangat perilakunya (misal urutan 2, 1, 8, 3, 6, 5, 4, 7 ), lincah, vital dan efektif dengan pengendalian diri yang baik.
d. Pemberian nama gambar
Pemberian nama gambar juga dapat menunjukkan kepribadian peserta tes. Apabila peserta tes memberikan nama gambar dengan kata-kata yang pendek, misalnya “bunga”, “rumah”, “mobil”, “pabrik”, dan sebagainya, menunjukkan kepribadian yang normal. Namun, pemberian nama gambar dengan kata-kata yang panjang, misalnya “di pantai waktu matahari tenggelam”, “seorang anak sedang bermain sepakbola”, dan sebagainya, menunjukkan kepribadian yang emosional dan cenderung punya fantasi yang besar. Sementara jika gambarnya tidak punya bentuk yang jelas, seperti “suasana perasaan”, menunjukkan kecenderungan pada sesuatu yang tidak nyata.
e. Sikap dalam menggambar
Peserta tes juga penting memerhatikan sikap dalam menggambar.Jika saat menggambar badannya bergerak-gerak (hal ini seringkali terjadi pada remaja) menunjukkan adanya kegelisahan dalam diri peserta tes.Sementara jika kertas gambarnya yang digerak-gerakkan dengan disertai adanya bayangan maka menunjukkan kepribadian yang emosional dan seenaknya sendiri.
Untuk mengikuti tes wartegg memang tidak mengutamakan kemahiran menggambar peserta tes. Selain mengetahui beberapa faktor dalam tes wartegg, selayaknya peserta tes juga menguasai trik dan tips tes tersebut. Ada beberapa trik dan tips yang dapat dilakukan yakni sbb.
a. Membuat gambar sesuatu yang kreatif karena akan menambah penilaian.
b. Tidak terlalu banyak coretan dalam gambar.
c. Usahakan menggambar makhluk hidup seperti tanaman, hewan, atau manusia terutama pada symbol dengan bentuk dasar lengkung misalnya pada symbol nomor 1, 2, 7, dan 8.
d. Untuk symbol garis lurus seperti symbol nomor 3, 4, 5, dan 6 sebaiknya peserta tes menggambar benda mati, misalnya mobil, mesin, dan sebagainya.
e. Menggunakan pensil yang menghasilkan gambar jelas, seperti pensil 2B atau HB.
f. Menggambar dengan goresan yang tajam dan jelas, sebab goresan yang tipis akan menunjukkan kepribadian yang lemah dan ragu-ragu.
g. Ketika menggambar tidak perlu urut dari kiri atas, tetapi berilah nomor diluar kotak yang tersedia.
h. Apabila diperbolehkan menggunakan penghapus, peserta tes sebaiknya jangan sering menghapus atau kotor karena akan menunjukkan kepribadian yang peragu atau tidak terencana, tetapi jika peserta tes menggambar terlalu kuat untuk garis yang seharusnya lembut, hal ini menunjukkan orang yang keras kepala.
i. Jika peserta tes berkelamin laki-laki sebaiknya tidak memulai gambar dari symbol lengkung, sebab akan dianggap memiliki kepribadian yang aneh oleh penilai. Begitu juga sebaliknya, peserta tes berkelamin perempuan tidak memulai gambar dari symbol garis lurus.
j. Urutan gambar sebaiknya dibuat kombinasi antara sesuai nomor acak. Misalnya 1, 2, 3, 4 kemudian 8, 7, 6, 5. Jika peserta tes menggambar dengan urutan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, akan dipandang sebagai orang yang kaku/konservatif. Sementara jika peserta tes menggambar secara acak, misalnya 5, 7, 6, 8, 3, 2, 4, 1, akan dipandang sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif, dan cenderung suka akan “breaking low”.
Subtes Menyempurnakan Gambar
Petunjuk teknis:
Anda bebas menggambar apa saja sesuai keinginan anda, baik secara berurutan ataupun tidak. Gambarlah dengan lengkap jika perlu sedetail mungkin.Berilah nomor urut di bawah kotak sesuai dengan urutan anda menggambar. Setelah itu, berilah tanda di bawah kotak dengan huruf S untuk gambar yang paling anda sukai dan huruf B untuk gambar yang paling tidak anda sukai. Selain itu, berilah tanda di bawah kotak dengan huruf M untuk gambar yang paling mudah anda gambar dan huruf L untuk gambar yang paling sulit anda gambar.
Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan atau melengkapi gambar ini tidak lebih dari 30 menit.Setelah waktu yang ditentukan habis, baik gambar selesai maupun tidak selesai, maka letakkan alat tulis anda.
Contoh jawaban soal tes wartegg sebagai berikut.

Tes Baum (Tes Menggambar Pohon)



Copas dari buku “PANDUAN SUKSES TES RESMI TNI/POLRI”

Tujuan dari tes ini adalah untuk menilai karakter dan kepribadian seseorang dari sosok gambar pohon yang diberikan. Penilaian ini dapat diketahui dari aspek, antara lain dengan menginterpretasikan bentuk gambar, kelengkapan gambar, kerapian, cara menggambar, dan aspek-aspek penilaian yang lain. Pohon dianggap dapat memberikan keteduhan bagi makhluk hidup di sekitarnya.Dengan sifat tersebut, tes menggambar pohon digunakan untuk mengukur ego, emosionalitas, kepekaan, sikap, dan adaptasi.
Tes baum merupakan tes menggambar pohon dengan kriteria tertentu. Kriteria pohon yang digambar meliputi pohon yang berkambium (dikotil), bercabang dan berbuah sehingga kelihatan akar, batang (dahan dan ranting), daun dan buah.Peserta tes tidak diperkenankan untuk menggambar pohon dengan jenis monokotil (berakar serabut), seperti bambu, pisang, semak belukar, dan sebagainya.Penilaian yang dilakukan bukan bagus atau tidaknya gambar yang dihasilkan, melainkan besar atau kecilnya gambar, goresan pensil yang tegas atau tidak, atau patah-patah, letak gambar di kanan-kiri, atas-bawah, atau di tengah.
Seperti halnya tes wartegg, tes baum juga terdapat instruksi tes yang penting diperhatikan oleh peserta tes. Instruksi tes baum adalah sebagai berikut.
a. Sebelum tes dimulai, peserta tes akan diberikan alat tulis berupa kertas HVS kosong berukuran A4 atau folio dan kadangkala pensil HB. Peserta tes tidak diperkenankan menggunakan penghapus. Waktu yang tersedia sebaiknya digunakan dengan bijak.
b. Selanjutnya penguji akan meminta peserta tes menuliskan identitas dirinya di sudut kanan atas kertas yang terdiri atas nama peserta, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan usia.
c. Berikutnya peserta tes diminta untuk membalik kertas dan mendengarkan instruksi selanjutnya dari penguji.
d. Penguji akan memberikan instruksi kepada peserta tes untuk membuat gambar pohon berkayu kepada peserta tes, kecuali pohon perdu, pinus/cemara, palma/kelapa, bambu, beringin, randu, pisang, atau rumput-rumputan.
e. Peserta tes dapat menggambar pohon sembarang sesuai ide dan imajinasi yang ada pada saat itu, selain pohon yang tidak boleh digambar.
f. Setelah peserta tes selesai menggambar pohon, peserta tes dapat menuliskan nama pohon yang digambar di bawah gambar pohon yang dibuatnya.
g. Terkadang peserta tes diminta untuk mempresentasikan hasil menggambarnya dengan waktu penyajian 5 sd 15 menit (klasikal) atau tidak dibatasi (individu).
Apabila ingin menghasilkan gambar tes baum yang baik, peserta tes perlu memperhatikan faktor-faktor yang digunakan penilai dalam menginterpretasikan tes baum. Hal-hal yang dimaksud adalah sebagai berikut.
a. Kesan umum gambar yang dihasilkan
Kesan umum gambar yang dihasilkan dinilai menurut ukuran gambar, lokasi/posisi, kualitas garis, dan penyelesaian.
1. Kesan umum diperoleh dengan melihat kesan keseluruhan gambar, apakah gambar pohon tersebut digambar dengan mantap, sempurna dan cepat, kabur atau samar memudar, sketsa, dan menggunakan pola atau garis dasar (skema) dengan garis yang terputus atau ditekan.
2. Ukuran gambar diperoleh dengan melihat apakah ukuran gambar tersebut digambar dengan besar dan dominan, sedang, atau kecil. Perbandingan dengan ruang gambar yang tersisa; jika peserta tes menggunakan kurang dari 1/3 bagian kertas maka dianggap ukuran gambar kecil; jika peserta tes menggunakan sekitar ½ bagian atau lebih maka ukuran gambar dianggap sedang; dan jika peserta tes menggambar secara penuh maka ukuran gambar dianggap besar dan dominan.
Interpretasi ukuran gambar pohon di kertas adalah sebagai berikut.
a) Ukuran gambar pohon lebih dari setengah tinggi kertas, menunjukkan bahwa peserta tes merupakan pekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya dalam kehidupan. Ia suka terhadap kegiatan yang positif sehingga menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mapan.
b) Ukuran gambar pohon kurang dari setengah tinggi kertas, menunjukkan bahwa peserta tes menerima apa adanya hasil yang diperoleh, mudah bersyukur, dan menikmati hasil yang diperoleh tersebut meski bukan usaha yang maksimal.
3. Lokasi gambar dinilai dengan melihat apakah posisi gambar cenderung di bagian kiri kertas, cenderung di bagian kanan kertas, cenderung di bagian bawah kertas, cenderung di bagian atas kertas, atau cenderung di bagian tengah (centrum) kertas.
a) Interpretasi gambar pohon yang digambar di tengah menunjukkan bahwa peserta tes merupakan orang yang tidak suka bertele-tele, tetapi rendah hati atau tidak sombong. Hal ini juga berarti jalan tengah dengan maksud dapat mencegah segala keburukan yang dapat terjadi atau dapat memunculkan segala kemungkinan yang bisa muncul sehingga selalu mempertimbangkan dengan cermat dan waspada dengan apa yang akan terjadi.
b) Interpretasi gambar pohon yang digambar di bawah menunjukkan bahwa peserta tes terlalu berhati-hati dalam menimbang suatu masalah dengan alasan tidak ingin mengambil resiko dan berharap semua berjalan dengan baik. Meski juga dapat ditafsirkan bahwa tindakan berhati-hati merupakan sikap pesimis terhadap solusi yang diberikan.
c) Interpretasi gambar pohon yang digambar di atas menunjukkan bahwa peserta tes punya sifat yang suka mengambil hikmah dalam hidup, tidak takut resiko, dan sabar menghadapi segala cobaan. Peserta tes juga mempunyai sikap bijaksana dan lapang dada dengan kenyataan hidup yang dijalani.
4. Kualitas garis dinilai dengan melihat apakah kualitas garis pada gambar tergolong: tekanan sangat kuat dalam; tekanan kuat dan berat; tekanan lemah ringan; konstan; tekanan variatif; kualitas garis lancar; fluktiatif; bergetar; bergerigi denga sudut diberi tekanan; berulang-ulang diganti; putus-putus (sketsa); garis samar; atau garis tegas.
5. Penyelesaian gambar dinilai dengan melihat apakah gambar diselesaikan dengan:
a) Relatif sistematis, misalnya apakah pohon digambar dengan beraturan, berurutan;
b) Tidak sistematis, misalnya apakah peserta menggambar per bagian pohon secara tidak beraturan , antara lain belum selesai menggambar akar, mencoba menghias mahkota, kemudian menambah ranting, kembali ke akar, dan menghias mahkota kembali.
b. Bagian-bagian pohon yang dihasilkan
Bagian-bagian pohon meliputi mahkota, batang, dahan, stem basis, dan akar. Penjelasan dan interpretasi per bagian pohon adalah sebagai berikut
1. Mahkota
Mahkota merupakan bagian pohon yang melingkupi suatu area dan pusatnya di atas batang yang dikelilingi masa dahan dan daun-daunan.Mahkota merupakan bagian pohon yang tidak stabil, mudah gugur dan berumur pendek.Mahkota terdiri atas daun, bunga, dan buah.Mahkota menunjukkan tentang kemauan peserta tes untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya dan terdapat hubungan timbal balik antara dunia luar dengan diri peserta.Interpretasi dari bagian pohon ini dapat dilihat dari bentuk, goresan, dan daun.
2. Batang
Batang merupakan pusat dan berperan sebagai penyeimbang kanan dan kiri.Fungsi batang adalah menopang, pengangkut sari makanan.Batang merefleksikan perkembangan psikologis, perasaan dari dorongan dasar, bakat instingtif dan penyaluran dari dorongan tersebut. Dengan kata lain, batang merepresentasikan kekuatan ego seseorang, terutama pada permukaan batang, dan bayang dimensi. Batang pohon dapat berbentuk batang yang terbuka di atas dan dihasilkan oleh adanya dahan-dahan yang menempel pada dua garis.Hal ini mengindikasikan adanya suatu vitalitas.Selain itu, terdapat pula pohon yang belum selesai digambar, yang menunjukkan adanya tingkah laku berhenti di tengah jalan sebelum mencapai tujuan. Dengan kata lain, peserta tes punya kecenderungan tidak menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai. Interpretasi batang pohon yang digambar oleh peserta tes adalah sebagai berikut.
a) Batang pohon yang lebar. Artinya kokoh, yang dijadikan sandaran yang kuat untuk beban yang kuat. Maksudnya, peserta tes punya pribadi yang kuat dalam menghadapi dengan cobaan , sabar menghadapi hidup, tenang, dan tidak mudah marah.
b) Batang pohon yang ramping. Batang pohon yang digambar ramping tidak memerlukan banyak ruang di kertas. Interpretasinya, bahwa peserta tes punya sifat mudah bergaul, berempati, dan punya kepekaan untuk menuju arah yang lebih baik.
c) Batang pohon yang digambar dengan cabang di puncak. Puncak pohon yang bercabang sangat rentan patah saat tertiup angin. Artinya, peserta tes seringkali menemui masalah dalam menentukan pilihan yang penting.
3. Dahan
Dahan merupakan bagian yang tidak kalah penting seperti halnya batang, karena fungsinya juga berperan seperti batang yakni menopang dan pengangkut sari makanan.Cabang atau dahan menunjukkan pengorganisasian kepribadian dan kemampuan individu untuk memperoleh kepuasan dari lingkungan sekitar.Dalam tes menggambar pohon, ada dahan yang berbentuk pipa dan dahan selang-seling bentuk pipa. Dahan yang seperti ini menunjukkan peserta tes merupakan orang yang mudah dipengaruhi oleh orang lain. Sementara dahan selang-seling berbentuk pipa merupakan dahan yang seolah-olah terpotong dan terpancar seakan-akan berhamburan yang menunjukkan struktur dahan dalam suatu mahkota daun-daun.Karakteristik dahan tersebut menunjukkan peserta tes mempunyai banyak keinginan tetapi tidak tahu prioritas yang utama sehingga terkesan kabur.Selain hal tersebut, peserta tes memungkinkan untuk menggambar pohon dengan sedikit cabang atau banyak cabang.Pohon yang bercabang banyak menandakan pribadi yang ekstrovert. Hal ini berarti peserta tes punya kemampuan komunikasi yang baik dengan dunia luar sehingga ia punya jaringan yang besar. Sementara pohon yang sedikit cabang menandakan peserta tes berkepribadian introvert atau individualis, mandiri, dan bahagia dengan sedikit teman.
4. Pangkal pohon (stem basis)
Pangkal pohon berada dekat akar, kaku, dan tidak dapat bergerak.Pangkal pohon menginterpretasikan bentuk dorongan dasar dari kehidupan seseorang dan arah penyalurannya.Pangkal pohon menunjukkan adanya hubungan seseorang dengan lingkungan sekitar.Hal ini juga menunjukkan adanya bentuk-bentuk komunikasi.Berbagai bentuk gambar pangkal pohon yang diilustrasikan peserta tes meliputi sebelah kiri pangkal pohon lebar, sebelah kanan lebar, seimbang kanan-kiri, tidak ada pangkal pohon, dan pangkal pohon terlalu besar.
5. Akar
Akar merupakan bagian pohon yang paling dasar.Akar berperan sebagai sumber kehidupan yang tidak tampak dari luar.Fungsinya menghisap makanan dari bumi.Akar menghunjam ke dalam tanah dan berpegang pada tanah.Akar diinterpretasikan sebagai dorongan bawah sadar (id), kebutuhan dari hawa nafsu, dorongan impuls dasar (basic instink), keinginan fisik dan sikap pasif.Bila peserta tes menggambar akar tidak tampak menunjukkan sesuatu yang normal.Bila akar digambar dengan tampak, menunjukkan belum tercapainya kedewasaan, sedang mencari pegangan, dikendalikan oleh kekuatan tidak sadar (hawa nafsu), kurangnya usaha dan kemauan, konservatif, dan sangat sulit melepaskan dirinya dari persoalan yang dihadapi.Kecenderungannya pada anak-anak, gambar akar yang dibuat diinterpretasikan normal. Berbagai bentuk akar yang digambar peserta tes dapat berbentuk: akar tertutup, akar tunggal, akar dobel, akar berbelit-belit, akar nampak pada permukaan tanah, dan akar terbuka. Selain itu, gambar pohon dengan akar menunjukkan bahwa peserta tes punya sikap bertanggungjawab.Ia suka bersikap realistis, menggunakan akal sehat dalam menjalani hidup, dan mempunyai hubungan yang kuat dalam keluarga, rumah dan karier.Sementara gambar pohon tanpa akar menunjukkan bahwa peserta tes bersikap mandiri.Ia lebih suka melakukan sesuatu secara mandiri daripada bekerja dengan orang lain. Ia tipe yang fleksibel, spontan, mudah bergaul, dan senang dalam kondisi apa pun.
c. Bayangan (shading)
Dalam menggambar pohon, peserta tes terkadang membuat bayangan.Beragam bentuk bayangan yang dapat digambar meliputi tiga dimensi, terarah arsirannya, tidak terarah arsirannya, banyak arsiannya dan kotor, dan coretan di luar gambar.
d. Penghapusan
Penghapusan yang dilakukan peserta tes dalam menggambar pohon juga menginterpretasikan suatu keadaan.Sedikit atau ada penghapusan menunjukkan adanya kecemasan, gelisah, kecenderungan neurotis pada konflik, dan regresi.Penghapusan yang sangat banyak menginterpretasikan ketidakmampuan memutuskan sesuatu dan ketidakpuasan diri.
e. Kriteria-kriteria khusus
Ketika menggambar pohon, peserta tes terkadang menggambar dengan kriteria khusus, antara lain sebagai berikut.
1. Pohon yang berubah
Buah merupakan hasil yang muncul pada pohon dari proses yang lama. Buah diartikan sebagai suatu hasil akhir yang terkadang menguntungkan karena bermanfaat bagi makhluk hidup lain. Buah diartikan juga suatu kematangan. Alasan menggambar buah pada remaja adalah keinginan untuk segera menikmati, meniadakan proses kematangan karena ingin mendapatkan hasil dan segera mendapat kesuksesan. Remaja juga tidak ingin menunggu karena tidak ada keuletan sehingga mudah berubah-ubah dalam penilaian sesaat.Selain itu, penggambaran buah menunjukkan bahwa peserta tes ingin memperlihatkan kemampuannya, prestasinya ingin dilihat orang lain, punya kemampuan dalam mengamati sesuatu, dan tidak ada daya tahan bekerja.
2. Pohon yang dikelilingi pagar
Peserta tes terkadang menggambar pohon disertai dengan pagar di sekelilingnya. Hal ini menunjukkan bahwa:
a) Peserta membutuhkan rasa aman karena adanya perasaan tidak aman
b) Kebutuhan untuk dibimbing
c) Tidak ada kemandirian
d) Tidak ada kepercayaan diri
e) Mencari dan membutuhkan dukungan
3. Pohon dengan bunga-bunga
Pohon dengan bunga-bunga menunjukkan bahwa:
a) Peserta tes mempunyai kepakaan terhadap suatu keadaan
b) Menikmati suatu kejadian, tetapi juga mudah melupakannya
c) Peserta tes punya sikap narsis
4. Daun yang digambar secara mendetail
Daun yang digambar secara mendetail mempunyai unsur positif dan negatif.
a) Unsur positif menunjukkan adanya bakat/kemampuan untuk mengamati
b) Unsur negatif menunjukkan sikap kekanak-kanakan tetapi dalam cara mengamati dunia sekitarnya secara naïf. Ia mudah kecewa dan gembira atas hasil yang dicapai.
5. Pohon dengan daun-daun yang jatuh
Peserta tes yang menggambar pohon dengan daun-daun yang jatuh mengindikasikan bahwa ia mudah melepaskan sesuatu dan dapat mengekspresikan diri dengan mudah serta mempunyai perasaan yang halus dan peka.
6. Pohon berdaun rindang
Pohon yang berdaun rindang mengindikasikan bahwa peserta tes seorang yang ahli dalam mengerjakan berbagai tugas secara bersama-sama.Daun melambangkan ide sehingga daun yang rindang/banyak menandakan seseorang yang suka mengerjakan berbagai proyek secara bersama-sama.Ia suka menunjukkan estetika dan ingin selalu menampilkan diri yang baik.
7. Pohon dengan sedikit daun
Pohon yang digambar dengan sedikit daun menunjukkan peserta tes punya sedikit minat atau kesukaan dalam bidang tertentu tetapi sangat antusias untuk mengerjakannya.Ia paham keistimewaan dirinya dan berusaha mengembangkan bakat semaksimal mungkin.
8. Pohon dengan sarang burung dan telur burung
Pohon yang digambar dengan sarang burung dan telur burung menunjukkan bahwa peserta tes terlalu berani dalam pergaulan dan mempunyai daya humor yang tinggi meski terkadang sinis.
9. Gambar hewan di sekitar pohon, kecuali ulat
Gambar hewan di sekitar pohon menunjukkan peserta tes sedang memikirkan kepentingan orang lain di luar kepentingan dirinya sendiri.
10. Pemandangan alam
Peserta tes yang menjadikan pemandangan alam sebagai tema utama dalam menggambar menunjukkan bahwa ia merasa terancam dari dunia luar, sering melamun, depresif, tidak punya motivasi, adanya kecemasan, dan merasa pesimis.
11. Pohon yang digambar di atas pangkal batang
Gambar pohon di atas pangkal batang menunjukkan bahwa peserta tes detachmentdari kenyataan dan pada saat yang sama terpisah dari kenyataan. Selain itu, ia punya keinginan yang susah diraih dan hidupnya tersendiri.
12. Dasar pohon terbentuk dari pangkal dan akar
Peserta tes kemungkinan dapat menggambar dasar pohon yang terbentuk dari pangkal dan akar. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak punya self consciousness dan tidak mampu melihat sesuatu secara objektif.
13. Pohon dengan garis miring
Peserta tes terkadang juga menggambar pohon dengan garis miring. Gambar tersebut menunjukkan bahwa ia punya sikap hati-hati, tidak mudah percaya pada orang lain, tidak mau menyesuaikan diri, ragu-ragu, stabilitas lemah, kemauan lemah, dan perasaan tidak aman.
14. Gambar pohon berbentuk segitiga
Gambar pohon berbentuk segitga menunjukkan bahwa peserta tes punya orientasi pada hal yang detail, gigih, dan bekerja keras untuk meraih cita-cita.
15. Bagian atas pohon yang membulat
Peserta tes yang menggambar bagian atas pohon yang membulat menandakan bahwa ia suka melihat situasi secara keseluruhan, tertarik pada detail, menghargai orang lain, tempat dan hal untuk kesan yang diciptakan, dan cenderung tidak terburu-buru menilai seseorang tanpa adanya fakta yang benar.
16. Pohon di atas bukit
eserta tes yang menggambar pohon di atas bukit menunjukkan bahwa ia punya kepribadian autisme, merasa terkungkung atau terkucilkan, suka menyendiri dalam pergaulan, adanya perasaan insecure, dan terasing.
Ada beberapa trik dan tips yang dapat peserta tes lakukan untuk mengikuti tes menggambar pohon yaitu sebagai berikut.
a. Persiapkan alat tulis yang diperlukan untuk administrasi tes.
b. Perhatikan dengan seksama perintah soal dengan jelas.
c. Gambarlah pohon dengan detail dan rinci setiap bagiannya seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar, maupun alur pohon.
d. Meski waktu yang diberikan amat terbatas, peserta tes perlu menyelesaikan tes dengan tenang dan cermat.
e. Sebelum melaksanakan tes, peserta dapat berlatih di rumah dengan memfoto sebuah pohon yang diinginkan, mempelajari karakter pohon tersebut, berikutnya berlatih menggambar dengan acuan foto tersebut.

Tahapan Wawancara dan Tes Mental Ideologi Sekolah Tinggi Kedinasan



Dari buku “PANDUAN SUKSES TES RESMI TNI/POLRI”

Kesamaan utama dari tes wawancara dan tes mental ideologi adalah soal berbentuk Tanya jawab. Bedanya, untuk tes mental ideology anda akan diberikan beberapa pertanyaan, dan kalian harus menjelaskannya dalam bentuk tulisan pada selembar kertas folio. Kemampuan menulis, bercerita, dan tentunya pengetahuan umum kalian akan sangat menentukan. Ada pun tes wawancara, pertanyaan diucapkan langsung oleh petugas tes, dan kalian pun harus menjawabnya secara lisan. Kesuksesan dalam tes wawancara akan sangat ditentukan oleh kemampuan kalian dalam menjawab setiap pertanyaan yang baik. Kemampuan bercerita, pengetahuan umum, serta hal-hal positif yang kalian lakukan setiap hari akan sangat berperan. Tidak jarang tes mental ideology digabungkan dengan tes wawancara sehingga kadang tes mental ideologi ini juga disebut dengan tes wawancara.
Tujuan dari pada tes mental ideologi adalah untuk menilai mental para peserta dan untuk mengetahui seberapa jauh wawasan kebangsaan yang mereka miliki. Pertanyaan kebanyakan tentang PKI, seks dan pergaulan remaja, kebijakan pemerintah, agama, pancasila, UUD 45, wawasan nusantara, dan berita-berita atau isu-isu kebangsaan terkini. Oleh sebab itu, sebaiknya pengetahuan dasar tentang materi-materi diatas kalian kuasai. Kalian bias googling (mencari di internet) terkait topik-topik diatas sebagai bahan belajar agar pengetahuan kalian makin meningkat.
Contoh-contoh pertanyaan dalam tes ini antara lain:
1. Apa yang anda ketahui tentang fungsi dan kedudukan Pancasila?
2. Coba jelaskan tentang factor kepemimpinan Indonesia dalam rangka pelaksanaan nilai-nilai Pancasila!
3. Mengapa ideologi PKI bertentangan dengan nilai-nilaiPancasila? Dan bagaimana cara untuk menangkal tumbuh dan berkembangnya ideologi PKI?
4. Apa yang anda ketahui tentang Pancasila dari segi Yuridis Konstitusi dan hubungannya dengan pembentukan pembukaan UUD 1945?
5. Apa makna yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945?
6. Bagaimana sikap saudara perihal pergaulan bebas saat ini?
7. Dll.
Adapun dalam tes wawancara, pertanyaan diawali dengan mengeksplorasi tentang diri kalian. Misalnya siapa diri kalian, bagaimana latar belakang keluarga kalian, apa aktivitas kalian, apa visi-misi hidupmu, apa alasan kalian ingin jadi TNI/POLRI, bagaimana pendapatmu tentang isu-isu social terkini, dll. Hal-hal positif kalian akan sangat menentukan hasil wawancara. Seseorang yang aktif di organisasi kepemudaan maupun lingkungan sosial, punya jiwa kepemimpinan, tanggungjawab, dan sosial yang tinggi, serta punya wawasan yang baik biasanya akan sukses dalam tes ini. Hal positif lainnya bisa berupa rutinitas harian yang baik, misalnya tiap hari bangun pagi sebelum pukul 5, kemudian menjalankan ibadah shalat Subuh (bagi Muslim), lalu belajar sekitar satu jam, dan seterusnya.
Tes wawancara terlihat sepele tapi sangat menentukan dalam seleksi menjadi anggota TNI/POLRI. Sebab, dengan wawancara seseorang dapat diketahui tidak saja soal ketrampilan pendukung (soft skill) seperti sikap, motivasi dan kedewasaan emosional dan spiritual tetapi soal hard skill seperti kemampuan akademik/professional. Kelihatannya mudah seperti orang bercanda, tetapi hasil wawancara dapat mengungkap karakter seseorang yang belum terungkap dalam tes akademik.
Bisa saja seseorang tes akademik tinggi tetapi sering gagal dalam menghadapi wawancara. Hal ini terjadi karena yang bersangkutan tidak dapat “mengemas” dirinya secara elegan baik dalam menyampaikan gagasannya maupun penampilannya. Saat wawancara seseorang harus dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk “menjual” dirinya kepada pewawancara, yaitu “menjual” gagasannya melalui argumentasi dan penampilannya.
Berikut adalah tips-tips untuk menghadapi wawancara:
• Saat memasuki ruang wawancara, tarik napas dalam-dalam, dan keluarkan perlahan. Lakukan ini 3-5 kali hingga detak jantung kalian menjadi lebih tenang. Tips ini bias dilakukan untuk mengusir rasa grogi. Ingat! Jangangrogi. Jangan panik dan gemetaran saat menghadapi pewawancara. Grogi akan menjadikan jawaban kita menjadi tidak terarah. Dan bila grogi berkepanjangan, sudah menunjukkan betapa tidak kredibelnya kalian bila menghadapi masalah. Hadapi proses wawancara dengan tenang.
• Jaga penampilan. Pakaian harus rapi dan sopan sesuai ketentuan. Biasanya dalamseleksi TNI/POLRI kalian diwajibkan memakai kemeja putih lengan panjang dan celana panjang kain berwarna hitam. Dan bersepatu hitam. Tunjukkan bahwa kamu adalah orang yang “smart”, professional, dan disiplin tinggi. Dan itusemua bisa tercermin dari penampilan kamu.
• Sebaiknya, sebelum wawancara, mempelajari dulu profil TNI/POLRI, sejarah singkatnya, dan isu-isu terkini terkait TNI/POLRI. Informasi ini bisa kalian dapatkan dengan mudah dari situs-situs resmi instansi. Dan tunjukkan minat dan antusiasme untuk menjadi anggota TNI/POLRI secara proposional.
• Jawablah dengan tegas, logis, runtut dan proposional. Wawancara adalah teknik menggali ide dan informasi secara proposional. Artinya baik calon maupun si pewawancara harus terlibat dalam komunikasi yang intens, atau gayeng/akrab. Sayangnya, banyak calon yang kalau ditanya, jawabannya hanya patah-patah, satu pertanyaan dijawab dengan satu kalimat datar saja. Kemampuan menjawab, adalah cermin kemampuan intelektual, wawasan dan cara menyusun sebuah bangunan logika. Kontrol suara dan bahasa non verbal. Bicaralah dengan suara yang cukup dan berlebihan.
• Tunjukkan pula bahwa anda memiliki wawasan yang luas tidak saja soal kompetensi akademik, melainkan non akademik seperti pengetahuan umum yang sangat popular saat ini. Keluasan wawasan anda menunjukkan anda seorang yang haus akan pengetahuan baru.
• Kata kuncinya adalah jujur. Kejujuran merupakan salah satu nilai agung, nilai universal yang dijunjung tinggi dimana pun kita berada, dan apapun profesi kita. Bisa saja anda bisa memberikan jawaban-jawaban positif yang sangat memuaskan pewawancara. Bisa pula kamu terlihat sangat cerdas saat menjawab semua pertanyaan. Akan tetapi, jika kejujuran dilanggar, semuanya itu akan gugur. Maka bicaralah secara jujur dan terbuka, sikap rendah hati, tidak menutup-nutupi mana kala tidak bisa menjawab jauh lebih berharga ketimbang jawaban yang dibungkus dengan kebohongan. Hal-hal negatif dalam diri kalian akan bisa dijadikan bahan yang menguatkan asal kalian jujur, namun tetap dikemas dengan bahasa yang baik. Ingat, pewawancara merupakan orang yang berpengalaman. Mereka bisa membaca setiap kebohongan yang anda berikan. Tidak saja melalui analisis faktual hasil wawancara, tetapi ekspresi wajah bohong sangat mudah dikenali oleh setiap pewawancara.
Bila kalian bisa melewati seluruh rangkaian tes diatas, maka tahap terakhirnya adalah siding kelulusan akhir, yang disebut dengan Pantukhir. Biasanya akan ada dua proses pantukhir, yaitu pantukhir daerah dan pantukhir pusat. Bila lolos pantukhir daerah kalian akan memasuki seleksi tingkat pusat. Nah, disinilah status kalian akan ditentukan, jika lolos maka kalian akan resmimen jadi calon anggota TNI/POLRI, dan bila tidak maka kalian bisa mencobanya kembali pada seleksi tahun depan. Intinya adalah mengeliminasi dari sejumlah peserta yang telah lulus semua tahapan tes. Entah apa yang menjadi standar penilaian, namun ada yang berpendapat bahwa kunci di tahap ini adalah penilaian postur. Mana yang mempunyai postur terbaik maka dialah yang akan lolos. Mungkin yang bisa kalian lakukan adalah dengan banyak berdo’a agar lolos tahapan pantukhir dan bisa menjadi anggota TNI/POLRI

Tips-tips Sukses Psikotes Sekolah Tinggi Kedinasan

Copas dari buku “PANDUAN SUKSES TES RESMI TNI/POLRI”

1. Kenali Diri Sendiri
Untuk mendapatkan nilai terbaik, anda harus bisa mengumpulkan skor sebanyak-banyaknya dari masing-masing bagian tes.Namun, pada kenyataannya hampir jarang orang yang mumpuni di semua bidang.Ada orang yang punya kemampuan numerik bagus tapi lemah di tes verbal dan penalaran.Ada yang bagus di kemampuan verbal dan penalaran, tapi lemah di tes numerik.Nah, tugas anda adalah mendeteksi kemampuan anda. Ada dua hal penting yang sebaiknya anda lakukan:
• Jika anda lemah di salah satu bidang, maka perbanyaklah latihan pada bagian tersebut. Pelajari apapun yang memungkinkan bisa meningkatkan kemampuan anda. Misalnya, anda lemah di tes verbal, maka porsi belajar yang terkait kemampuan verbal harus anda lebihkan. Misalkan dengan banyak berlatih, menghafal kosakata-kosakata sukar, sering membaca artikel ilmiah, dll.
• Jika anda kuat di salah satu bidang, maka jaga kemampuan anda. Usahakan setiap berlatih anda bisa memenuhi target skor yang anda perlukan. Cara menjaga agar kemampuan anda tidak turun adalah dengan banyak berlatih. Selain belajar untuk menjaga skor, cobalah berlatih untuk meningkatkan kecepatan dalam mengerjakan soal.
2. Pahami Aturan Mainnya
Bak permainan sepak bola, berapapun gol yang berhasil anda ciptakan, tetapi jika itu dilakukan dalam posisi off side maka gol itu pasti dianulir.Yap, karena itulah aturan mainnya. Begitu pula dalam psikotes, jika anda ingin menciptakan “gol” dalam tes ini maka anda harus benar-benar memahami aturan mainnya agar “gol-gol” anda sah.
Pahami instruksi dalam pengerjaan, misalkan bagaimana cara menjawabnya, berapa waktunya, kapan harus dimulai, bagaimana petunjuk pengisian lembar jawaban, dll. Kadang jika tidak berhati-hati dan cermat memahami aturan main dalam psikotes maka bisa berakibat fatal bagi anda.Sebagai contoh, misalnya ada psikotes yang memang jawabannya hanya dengan menggaris miring saja, sedangkan kalau garis miring dua kali (silang, seperti huruf x) berarti itu salah. Atau kertas soal tidak boleh dicoret-coret, tetapi anda mengesampingkan perintah ini.
Pastikan anda telah menulisnama& nomor peserta dengan jelas. Waspada terhadap waktu, usahakan semua soal terjawab sesuai dengan jumlah waktu yang diberikan.Jika anda telah selesai mengerjakan semua soal, usahakan gunakan waktu tersisa untuk meneliti kembali pekerjaan anda.
Para psikolog senantiasa mengamati dan mencatat apa yang anda ucapkan, apa yang anda tanyakan, bagaimana gesture atau gerak-gerik anda, bagaimana cara anda mengerjakan, dll. So, bersikaplah wajar dan jangan berlebihan, misalnya lirik sini lirik sana, terlalu banyak bertanya, sikap duduk tidak tenang, dan lain sebagainya.
3. Hati-hati terhadap Hal-hal di Luar Tes
Banyak orang yang sesungguhnya piawai dalam mengerjakan psikotes dengan berbagai bentuk teknik pengerjaan, namun setiap mengikuti tes psikotes selalu saja mengalami kegagalan.Apa sih penyebabnya? Penyebabnya mereka lupa ada hal-hal di luar tes yang ikut menjadi penilaian.Dan inilah yang membuat mereka tergelincir.Sebagai contoh sederhana, anda mencuri start dalam mengerjakan soal, gesture (gerak-gerik) anda mencurigakan, lembar soal yang seharusnya bersih tetapi anda kotori dengan coretan, dll.
Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya kerjakan dengan tenang, jangan tergesa-gesa, beradaptasilah dengan berbagai hal secara wajar tanpa harus menimbulkan kegaduhan, dan lakukan semua hanya berdasarkan petunjuk dan arahkan psikotester (pemberi tes).
4. Practice Make Perfect
Pengalaman adalah guru yang terbaik, seperti itu kata pepatah. Jika anda pernah mengerjakan soal yang sama, maka biasanya instruksi pengerjaannya pun sama. Dan tidak jarang trik pengerjaannya pun sama. Artinya anda sudah maju satu langkah, anda tidak perlu lagi payah-payah memahami cara pengerjaannya, dan andapun akan bisa mengerjakannya dengan lebih cepat.
Artinya, banyak melakukan try out mandiri adalah strategi persiapan yang harus anda lakukan untuk menghadapi psikotes. Khusus tentang try out, berikut yang bisa anda lakukan.
• Pertama, selalu kerjakan soal berdasarkan batas waktu yang disediakan. Berhentilah mengerjakan jika memang waktu sudah habis. Lihat dan catat skor total dan skor per subtesnya. Berapa pun nilainya, berarti itulah kemampuanmu sementara. Hasil try out bisa memberi gambaran sejauh mana kemampuan anda. Gunakan informasi ini secara bijak, misalnya semangat untuk terus meningkatkan nilai, atau juga bisa dijadikan bahan untuk menentukan materi yang harus dipelajari lebih khusus.
• Kedua, tentu dalam mengerjakan pasti ada saja soal yang tidak bisa anda kerjakan. Ataupun ketika merasa bisa mengerjakan tapi ternyata hasilnya salah. Nah, terhadap soal-soal seperti ini, pelajari kembali sampai ditemukan pemahaman terhadap jawaban yang benar. Prinsipnya adalah satu kesalahan telah dilakukan, tetapi anda paham jawaban yang benarnya, maka satu kebenaran telah anda dapatkan. Seribu kesalahan dilakukan dan anda tahu jawaban yang benarnya, maka seribu kebenaran juga anda dapatkan. Usahakan untuk tidak melakukan kesalahan pada jenis soal yang sama.
Selain dengan banyak melakukan latihan soal, anda juga sebaiknya terus memperkaya pengetahuan umum anda.Menambah pengetahuan umum bisa melalui berbagai media (TV, Tabloid, Majalah, Koran Harian, dsb).Cermati pula berita-berita terkini, terutama yang terkait tentang dunia kerja, bisnis, peluang usaha, ekonomi global, teknologi informasi. Dalam tes yang terkait dengan pengetahuan umum serta dalam tes wawancara, pengetahuan anda dalam bidang-bidang di atas biasanya akan sangat membantu.
5. Percaya diri, Fokus, dan Teliti
Ilmu nembak cewek sangat diperlukan lhoo… ilmu itu adalah “Rasa percaya diri yang kuat, sekuat-kuatnya”. Ini menjadi sangat penting karena dengan percaya diri, kita akan merasa optimis dan berpikir tanpa emosi sehingga dalam menebak jawaban tidak asal menebak.
Jaga fokus.Jauhkan semua hal-hal yang tidak seharusnya dibawa di ruang tes.Pokoknya fokuskan pikiran kita pada soal yang sedang kita hadapi.Terutama dalam menghadapi penyajian angka, huruf, tanda baca, gambar symbol, kata dan kalimat anda harus benar-benar cermat.Tapi juga jangan terlalu kaku.Serius tapi santai.
Jangan terpengaruh dengan hasil kerjaan peserta tes lain. Kadang memang ada peserta lain sudah bisa menyelesaikan jawabannya lebih cepat, tapi belum tentu mereka juga benar semua. Teliti juga merupakan faktor penting dalam mengerjakan psikotes. Psikotes di hubungkan dengan waktu, jadi kita harus pula mengerjakan cepat, maka kalau kita cepat dan tidak teliti, kita akan terkecoh dan hasilnya bisa tidak memuaskan.
Menghubungkan dengan point kedua, di mana dalam mengerjakan psikotes harus mendahulukan yang mudah maka faktor ketelitian amat penting.Misalnya, anda mengerjakan soal nomor satu, kemudian nomor dua sulit dan anda melangkah ke nomor tiga dan empat serta selanjutnya.Bayangkan kalau anda tidak teliti dalam menjawab, anda mengisi urut dari satu, dua, tiga dan seterusnya padahal nomor dua tadi anda lewati. Tentu ini bisa berakibat fatal, kalaupun anda menyadari itu, anda pun akan kehabisan waktu karena harus menghapusnya dan mengulanginya lagi dari awal. So telitilah dalam mengerjakan dan juga menjawab.Cepat tapi tidak tergesa-gesa.
6. Jaga Badan agar Senantiasa Bugar
Sering sekali soal-soal psikologi memunculkan soal-soal yang menjebak, cukup menguras pikiran, dan perlu analisis ekstra. Kondisi badan yang kurang fit menjadikan konsentrasi pendengaran dan penglihatan menjadi kurang peka dan kurang teliti. Jika anda sudah punya jadwal tes, jagalah kondisi tubuh anda baik-baik. Kurangi hal-hal yang beresiko mengurangi performa anda, misalnya begadang, banyak minum es, terlalu capek, dll. Malam sebelum tes, sebaiknya anda cukup tidur dan jangan membiasakan diri belajar sistem SKS(sistem kebut semalam).
Adapun untuk tes kemampuan akademik meliputi matematika, bahasa Indonesia, bahasa inggris, tes pengetahuan umum, dan tes pengetahuan alam. Biasanya materinya mengacu pada materi pelajaran saat SMA.So, bila kalian masih kelas 3 SMA, kalian harus bisa memanfaatkan waktu kalian untuk belajar semaksimal mungkin. Adapun yang sudah lulus SMA, akan lebih baik bila mengikuti tes-les privat/les tambahan lainnya yang untuk mengulang kembali materi-materi yang diujikan.

Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Sekolah Tinggi Kedinasan

Copas dari buku “PANDUAN SUKSES TES RESMI TNI/POLRI”

Dalam seleksi TNI/POLRI, biasanya ada dua kali tahapan tes kesehatan.Tes kesehatan pertama biasanya khusus tes bagian luar tubuh, seperti tinggi badan, berat badan, tensi, postur, telinga, kulit, kesehatan payudara (khusus wanita), varikokel dan hernia (khususpria), ambeien, amandel, tangan dan jemari, mata, gigi, THT, kulit, alat reproduksi, anus, bentuk kaki (X atau O), varises hingga telapak kaki. Pada tes ini biasanya akan dites oleh panitia seleksi dalam kondisi telanjang bulat di ruang tertutup.
Adapun tes kesehatan kedua khusus tes bagian dalam tubuh meliputi ronsen, tes urin, dan tes darah.Seseorang yang suka minum minuman keras ataupun merokok akan ketahuan dari tes ini. Dari tes urin untuk mendeteksi penyakit ginjal dan kencing manis. Dari pemeriksaan darah akan diketahui normal atau tidaknya asam urat, kolesterol, gula darah, Hb, lemak darah, trigliserol, dll. Dari ronsen akan diketahui ada tidaknya kelainan atau penyakit paru-paru, jantung dan organ sekitarnya. Akan ada pula tes EKG (rekam jantung), yaitu untuk mengetahui kondisi jantung baik atau tidak; USG (ultra sonografi), yaitu pemeriksaan untuk mengetahui benda asing seperti batu ginjal; Spirometri, yaitu pemeriksaan kekuatan pernapasan; Audiometri, yaitu pemeriksaan peka pendengaran, dll.
Alasan seseorang yang tidak lolos tes kesehatan bila mengalami hal-hal di bawah ini:
• Tekanan darah tidak normal (tekanan darah ideal 120/80)
• Jantung tidak normal
• Kelainan ritme jantung (detak jantung ideal 60-90 detak per menit)
• Hemoglobin darah tidak normal (haemoglobin darah yang ideal 14-16 per gram)
• Menggunakan narkoba
• Menderita HIV/AIDS, atau penyakit menular lainnya
• Cacat fisik
• Memiliki tato atau telinga ditindik
• Mengalami gangguan pendengaran
• Tekanan darah melebihi 135/95 Mmhg
• Hamil
• Kondisi hati tidak sehat
• Leukimia
• Kencing manis
• Kolesterol dan asam urat tinggi
• Mata juling
• Buta warna
• Mata minus/plus lebih dari 5 di salah satu kedua mata
• Mengalami gangguan kejiwaan
• Ada lebi dari 2 masalah pada gigi dan mulut
• Dll
Ada beberapa tips agar kalian bias lolos tes kesehatan, yaitu:
• Sebaiknya jauh hari, kira-kira 6 bulan hingga 1 tahun sebelum pendaftaran, sebaiknya kalian melakukan general check up di rumah sakit militer terdekat. Biaya untuk sekali medical check up total sekitar Rp1.750.000,-. Tujuannya untuk mengetahui kondisi tubuh kalian secara lengkap, dan apabila terdapat kekurangan bias segera diatasi.
• Untuk sukses tes darah, minumlah air putih yang banyak, konsumsilah jus buah dan makanlah sayuran serta buah-buahan.
• Agar sukses tes tekanan darah, maka istirahatlah yang cukup. Jangan suka begadang dan melakukan aktivitas yang terlalu berat.
• Agar sukses tes urin, minumlah air putih yang banyak. Jangan suka minum-minuman bersuplemen dan minuman keras. Hindari minum obat-obatan ataupun multivitamin yang tidak diperlukan. Usahakan tidak mengonsumsi obat-obat jenis apapun maksimal 4 hari sebelum jadwal tes kesehatan.
• Agar sukses tes paru-paru, berhentilah merokok. Sering-seringlah hirup udara segar di pagi hari. Udara pagi yang paling baik untuk paru-paru adalah udara pagi di pantai. Khusus bagi kalian yang pernah menjadi perokok aktif, tiap hari berturut-turut selama 4 hari sebelum pemeriksaan minumlah minuman bersoda. Minuman bersoda akan membersihkan paru-paru sehingga akan terlihat bersih saat di ronsen. Selain minuman bersoda, kalian dapat menggantinya dengan minum air kelapa hijau muda.
• Untuk telinga, jangan membiasakan mengorek-korek telinga dengan cotton bud. Kotoran dalam telinga sebenarnya tidak membahayakan. Jika terasa gatal atau merasa ada kotoran dalam telinga, sebaiknya ke dokter THT untuk minta dibersihkan. Penggunaan cotton bud yang berlebihan bisa menyebabkan iritasi pada kulit dalam telinga, atau bahkan bisa merusak gendering telinga.
• Untuk kesehatan mata, perbanyak makan buah yang mengandung vitamin A, seperti wortel. Jangan terlalu berlebihan di depan monitor TV ataupun komputer. Jaga jarak pandang saat membaca. Jangan membiasakan diri membaca sambil tiduran.
• Untuk tes kesehatan secara keseluruhan, jalankan pola hidup sehat. Hindari alkohol, rokok, dan narkoba. Biasakan makan makanan 4 sehat 5 sempurna dan berolahragalah secara rutin. Minumlah susu rendah lemak dan jauhi susu full cream. Jauhi makanan berlemak minimal 2 minggu menjelang tes kesehatan. Kurangi makan pedas dan minum es. Berolahragalah secara rutin. Olahraga yang paling direkomendasikan adalah jogging tiap pagi hari selama 10-15 menit. Tidur minimal 8 jam sehari. Terlebih saat akan tes, pastikan kondisi tubuhmu benar dalam kondisi segar dan rileks.

Tahapan Tes Fisik/Kesamapta Sekolah Tinggi Kedinasan

Copas dari buku “PANDUAN SUKSES TES RESMI TNI/POLRI”

Biasanya dari 100 peserta tes, ada sekitar 25an peserta yang gugur dalam tes ini, atau yang tidak lulus sekitar 25-35%. Penyebabnya beragam, bisa karena kurang latihan, mental yang tidak kuat sehingga mudah menyerah, tidak tahu apa yang diujikan sehingga salah melakukan latihan, atau juga karena kondisi badan yang kurang fit saat menjalani tes. So, kunci sukses tahap tes fisik adalah dengan melakukan latihan secara rutin dan benar. Rutin artinya dilakukan secara kontinyu, dan benar artinya dilakukan dengan cara yang benar, waktu yang tepat, dan tentunya bentuk latihan yang dilakukan juga harus mengacu pada jenis tes di atas. Idealnya latihan rutin dilakukan 4-5 bulan sebelum ujian kesamaptaan. Seperti apa saja kah ragam tes fisik (kesamaptaan)? Dan seperti apa bentuk latihan yang baik dan benar? Berikut penjelasannya!
1. Lari 12 Menit
Lari minimal 2,5 km dalam waktu 12 menit atau sekitar 5,5 kali putaran lapangan sepak bola. Saat berlari tidak boleh berhenti. Dan bagi cewek usahakan sanggup mengitari lapangan sepak bola sebanyak 4,5 kali. Tes ini memiliki point paling tinggi, so kalian harus bisa memaksimalkannya. Teknisnya, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok akan berlari bersama layaknya lomba lari. Setelah tanda waktu berlari habis, setiap peserta harus meninggalkan nomor dadanya di tempat terakhir dia berlari. Yang akan menjadi penilaian disini adalah jumlah jarak yang bisa ditempuh oleh setiap peserta tes. Setiap kelebihan jarak yang bisa ditempuh akan diperhitungkan dalam penilaian.
Hal utama yang dilatih adalah KEULETAN dan KETAHANAN. Tes ini akan sukses bila kalian sudah mempersiapkan diri jauh hari dengan rutin berlatih. Kuncinya adalah pada pernapasan. Orang yang tidak terbiasa biasanya napasnya akan tidak kuat jika menjalani tes ini. Persiapan yang bisa kalian lakukan adalah:
• Hal-hal teknis saat berlatih yang perlu kalian perhatikan antara lain:
a. Pakailah pakaian olahraga, misal sepatu olahraga, kaos, celana pendek.
b. Jika perlu bawalah alat pencatat waktu, missal stopwatch, jam digital, dll.
c. Pertama, jangan lupa berdo’a. Kemudian, lakukan pemanasan sebelum berlari. Pemanasan bisa berupa peregangan-peregangan otot, ataupun lari-lari kecil.
d. Berlarilah pada lintasan yang terukur dan dengan target. Misalnya medan latihan kalian adalah lapangan sepak bola, maka berlarilah dengan target-target tertentu, misalkan seminggu pertama lari ringan 4 kali keliling lapangan, seminggu kedua 5 kali putaran, dll.
e. Pada saat memulai pelaksanaan, berlarilah dengan kecepatan sedang, kemudian berlarilah secara stabil sampai selesai. Temukan irama napas sesuai dengan lari yang kalian lakukan. Ingat jangan paksakan diri bila napas tidak kuat.
f. Setelah lari selesai, jangan langsung berhenti beristirahat. Berjalanlah secara santai dengan arah berlawanan pada saat kalian lari. Kemudian lakukan pelemasan dulu baru bisa berhenti untuk beristirahat.
• Latihan sebaiknya dilakukan secara rutin selama 3-4 bulan sebelum tes. Misalnya dilakukan setiap pagi atau sore hari. Untuk memperkuat ketahanan fisik, bisa dilakukan pada siang hari. Berlatihlah dengan porsi yang bertahap. Makin hari lintasan bisa makin panjang, tentunya dengan kecepatan yang terukur dan konstan. Target utamanya adalah selama 12 menit bisa menempuh jarak minimal 2,5 km tanpa berhenti.
2. Tes Push Up
Penilaiannya adalah banyaknya gerakan push up yang benar yang dapat dilakukan dalam waktu 1 menit. Idealnya, push up minimal 45 kali dalam satu menit dan makin banyak makin baik. Untuk gerakan push up, terdapat perbedaan teknik pelaksanaan antara pria dan wanita. Untuk wanita posisi lutut menempel pada lantai, sementara pada pria gerakan dilakukan dengan seluruh tubuh.
Posisi dimulai dari bawah, dimana jarak perut dan lantai adalah satu kepal (tidak boleh menyentuh tanah). Lalu mulailah gerak naik turun yang bertumpu pada kedua tangan dimana posisi kepala, tubuh dan kaki harus lurus. Posisi terendah adalah ketika perut dan lantai berjarak satu kepal, dan posisi teratas adalah ketika posisi lengan lurus. Inti dari gerakan ini adalah kekuatan lengan dan bahu. Gerakan yang salah tidak akan mendapat point, misalnya perut menyentuh tanah, kepala tidak ikut bergerak naik turun, posisi kepala, tubuh, dan kaki tidak lurus.
Persiapan atau latihan yang bisa kalian lakukan adalah:
• Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai.
• Perhatikan posisi tangan jangan terlalu lebar dan posisi kaki berjarak sekitar satu kepal.
• Mulalilah dari posisi bawah, lalu angkat badan dengan kekuatan tangan. Ingat, jaga posisi kepala, tubuh dan kaki dalam keadaan lurus.
• Pada saat naik tarik napas dan pada saat turun buang napas. Posisi kepala memalingkan ke kanan dan ke kiri pada saat posisi turun. Dan jangan sampai perut menyentuh lantai. Lakukan aktivitas ini berulang-ulang setiap hari dengan porsi latihan bertahap meningkat, antara frekuensi 30-70 gerakan naik-turun setiap menit. Target kalian adalah bisa melakukan gerakan push up minimal 43 kali setiap menit.
• Pilihlah tempat yang datar, namun bila kalian ingin meningkatkan porsi latihan dan jumlah push up, kalian bisa memilih dimana posisi kaki lebih tinggi dari pada badan kita.
3. Tes Sit Up
Penilaiannya adalah banyaknya gerakan sit up yang benar yang dapat dilakukan dalam waktu 1 menit. Idealnya, sit up minimal 41 kali dalam 1 menit (untuk pria) dan untuk wanita sekitar 33 kali. Sit up adalah gerakan yang sangat mengandalkan kekuatan otot perut. Saat melakukan gerakan ini, dagu harus menyentuh atau melewati tungkai. Dan pada saat terlentang ke belakang, kedua siku tangan harus menyentuh lantai.
Persiapan/latihan yang bisa kalian lakukan adalah:
• Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai.
• Siapkan matras atau tempat datar. Aktivitas latihan bisa dilakukan sendiri ataupun berpasangan.
• Posisi badan terlentang dengan posisi tangan jari-jemari dikaitkan, dan diletakkan di belakang kepala (tidak boleh lepas)
• Gerakan dilakukan dari posisi terlentang di mana punggung menyentuh lantai.
• Kemudian angkat badan dengan menggunakan kekuatan otot perut. Dan ciumlah lutut ketika posisi kepala di atas. Cium lutut kiri dan kanan secara bergantian setiap gerakan. Jaga posisi tangan tetap berada di belakang kepala.
• Lakukan berulang-ulang dengan target gerakan minimal 41 kali setiap menit.
4. Tes Pull Up
Bagi kebanyakan orang, tes ini merupakan tes yang paling berat. So, harus kalian latih benar-benar agar bisa memenuhi target. Kuncinya ada pada kekuatan tangan dan bahu. Kurangnya latihan mengakibatkan tangan tidak memiliki kekuatan untuk menarik tubuh ke atas. Yang menjadi penilaian adalah banyaknya gerakan benar yang dapat dilakukan. Untuk mencapai nilai maksimal, target yang harus kalian capai adalah minimal 8x dalam 1 menit. Adapun untuk wanita, tes pull up di ganti dengan tes chinning dengan target minimal 60 kali dalam waktu 1 menit. Chinning (wanita) adalah gerakan dengan cara berdiri di depan tiang mendatar, dengan kaki tetap menginjak tanah, kemudian tarik badan maju-mundur dengan tumpuan tangan pada tiang mendatar.
Persiapan/latihan yang bisa kalian lakukan dalam latihan pull up adalah:
• Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai.
• Persiapkan tiang pull up.
• Untuk memulai latihan, dimulai dari posisi bawah. Angkat tangan lalu loncatlah untuk menggapai tiang mendatar lalu peganglah.
• Posisinya adalah badan bergelantungan dengan kedua tangan menggenggam tiang mendatar dengan posisi telapak tangan menghadap ke arah badan.
• Kaki dalam keadaan rileks dan tidak menyentuh lantai.
• Angkat atau tarik badan dengan menggunakan kekuatan tangan hingga posisi leher sejajar dengan tiang mendatar. Saat badan naik, tariklah napas kuat-kuat, dan pada saat badan begerak turun, buanglah napas pelan-pelan.
• Sekalilagi, lakukan aktivitas ini setiap hari dengan porsi bertahap. Tentunya dengan target akhir yang harus kalian capai adalah minimal 18x dalam 1 menit.
5. Shuttle Run
Shuttle run adalah lari dengan lintasan membentuk angka 8. Yang dinilai adalah jumlah waktu yang ditempuh untuk menyelesaikan 3 putaran berbentuk angka 8 tanpa menyentuh tiang. Idealnya 3x putaran dalam waktu 20 detik. Intinya, semakin cepat maka poin yang kalian raih pun akan lebih besar. Sederhana, gampang, tapi memerlukan kecepatan dan kelincahan yang ekstra. Kaki yang kurang kuat, kurang pemanasan, tidak berhati-hati, atau penempatan kaki yang tidak tepat, dapat menyebabkan tergelincir atau bahkan mengakibatkan cedera otot/terkilir.
Persiapan/latihan yang bisa kalian lakukan adalah:
• Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai.
• Siapkan dua batang tiang dengan panjang sekitar 2 meter. Tancapkan tiang pada tanah lapang yang datar dengan jarak 10 meter. Jadikan tiang ini sebagai acuan untuk membentuk lintasan angka 8.
• Persiapan dari salah satu sisi tiang menuju ke tiang lainnya. Berlarilah sekencang mungkin dengan bentuk angka 8, dan jadikan tiang sebagai acuan yang harus diputari. Memutar dapat dengan menghadap tiang, juga dapat membelakangi tiang, namun jangan sampai menyentuh tiang.
• Setiap berlari lakukan dalam 3 kali putaran. Semakin cepat maka point kalian semakin besar. Idealnya adalah 20 detik untuk 3 kali putaran.
• Ingat, kuncinya adalah pada kelincahan dan kekuatan pijakan kaki. Untuk melatihnya kalian bisa melakukan aktivitas lari dengan cara jingkat-jingkat. Adapun untuk kelincahan, kalian bisa latihan lari sprint (lari cepat jarak pendek).
6. Tes Renang
Renang 25 meter dalam waktu maksimal 1 menit tanpa berhenti dengan gaya apa saja yang kalian bisa. Jika melebihi waktu 1 menit maka Anda tidak mendapatkan point dari tes ini.
Persiapan/latihan yang bisa kalian lakukan adalah:
• Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai.
• Gunakan pakaian renang saat berlatih.
• Dan berlatih lah di kolam renang.
• Berlatihlah secara rutin 3 kali seminggu, 3-4 bulan sebelum ujian kesamaptaan.
• Berlatihlah dengan porsi bertahap dengan targetnya bisa renang sejauh 25 meter dengan waktu maksimal 1 menit. Semakin cepat waktu yang diperlukan semakin baik.

Teka-teki Albert Einstein, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini



''Albert Einstein yang menyusun teka-teki ini. Konon, 98% penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini.
 
Wah masa sih...
Apakah kalian salah satunya dari 2% itu?

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaaan yang berbeda-beda.
Setiap penghuni rumah menyukai jenis minuman tertentu.
Setiap penghuni rumah merokok satu merk rokok tertentu.
Setiap penghuni rumah memelihara satu jenis hewan tertentu.
Tak satupun dari kelima orang itu yang minum minuman yang sama, merokok satu merk rokok yang sama, dan memelihara hewan yang sama antara penghuni yang satu dengan penghuni lainnya.

PETUNJUK :

Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah

Orang Swedia memelihara anjing

Orang Denmark senang minum teh

Rumah warna hijau tepat disebelah kiri rumah warna putih.

Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi

Orang yang merokok Pall Mall memelihara burung

Orang Jerman merokok Rothmans.

Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.

Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill

Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama

Orang yg merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yg memelihara kucing

Orang yg memelihara kuda tinggal di sebelah orang yg merokok Dunhill

Orang yang merokok Winfield senang minum bir

Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia

Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Pertanyaan :
Siapakah yang memelihara IKAN?

Ayo... siapa coba ??
Apakah kalian salah satu dari 2% itu???